Ketika Terima Rapor

Namaku Angga, aku pernah mencintai seseorang dengan tulus. Tapi, semua ketulusan cintaku padanya berakhir sia-sia.

“Angga, jangan sedih terus dong. Senyuum.” kata sahabatku kiki sambil mencari tisu di meja belajar ku

“gue gak bisa kii, gue ga terima dia ninggalin gue, pergi gitu aja tanpa pamit.”

Arya adalah seorang cowok yang sangat aku sayangi, dia pergi meninggalkanku tanpa alasan. Akupun baru tau kepergiannya setelah sehari dia pergi. Dia juga tak pernah mengabariku kenapa ia pergi. Yang ku tau, Arya harus meninggalkan sekolah lamanya bersamaku karna dia di tuntut kedua orang tuanya untuk tinggal di pesantren , tepatnya di daerah lampung. Akupun terpukul mendengarnya.

sebelum melanjutin membaca follow admin yaa😀

“lo gak bisa terus-terusan mikirin arya kaya gini. Dia itu gamau bilang kepergiannya karna dia gamau liat lo sedih. Coba kalo dia tau lo sedih kaya gini. Gimana gga”

“tapi gue kecewa banget kii, lo ga ngerti perasaan gue.”

Sehari sebelum arya pergi, kiki sebenarnya sudah tau akan kabar bahwa arya akan pindah dari sekolah. Tapi arya melarang kiki untuk memberitahuku dan merahasiakan semuanya. Ini juga karena arya gak ingin buat aku bersedih. Tapi justru malah sebaliknya .

***

Seminggupun berlalu, aku masih belum bisa menerima semua ini. Disekolah rasanya sepi tak ada arya di sisiku yang biasanya setiap hari menyapaku, tertawa bersama. Arya juga tak pernah mengabariku dia menghilang begitu saja. Sampai sekarang aku belum bisa memaafkannya sebelum aku tau alasannya mengapa dia tak memberitahuku tentang kepergian dan kepindahannya ke lampung. Aku mencoba melupakannya tapi aku tak bisa, perasaan ini menyiksaku. Semakin aku mencoba melupakannya, semakin aku tak bisa menghapus kenangan Arya dari hatiku.

“gga, maafin gue ya gue gak bilang sama lo . sebenernya gue udah tau Arya mau pindah dari sekolah, tapi Arya ngelarang gue buat bilang sama lo, katanya dia gak mau buat lo sedih. Lo pasti bisa dapetin yang lebih dari dia. Itu pesan arya buat lo.” Kata kiki

Saat kiki bilang semua itu kepadaku entah mengapa, hatiku gak bisa menerimanya. Aku menyayangi arya, hanya arya yang selalu ada di hatiku, dan dia yang terbaik untukku. Itu menurutku.

“lo jahat kii, kenapa lo gak bilang sama gue dan harusnya lo tuh ngerti.”

“iya, maafin gue gga. Gue salah, tapi mau gimana lagi arya udah pergi dan asal lo tau sya. Dia sayang banget sama lo. Dia sebenernya gamau pindah, tapi karna desakan orang tuanya dia pindah ke pesantren.”

“ gue kecewa kii sama dia. Kenapa dia gak bilang dari awal?”kataku lemas

Aku meninggalkan kiki yang masih diam membisu diambang pintu kelasku. Aku gak mau mendengar semuanya lagi. Aku udah cukup kecewa dengan semua ini. andaikan waktu bisa berhenti berputar untuk saat ini, aku ingin kembali dan melihat arya untuk terakhir kali.

***

Pagi hari di kelas,

Seiring berjalannya waktu meskipun arya tak pernah mengabariku, dan mungkin dia sudah lupa denganku. Yaa, begitupun aku masih terus mencoba melupakannya. Hari-demi hari kujalani semuanya seperti normal dulu sebelum arya pindah dari sekolah ini. Aku hanya bisa mencoba untuk ikhlas dengan yang ku jalani sekarang. Andaikan ini semua mimpi, aku tak mau ini semua akan terjadi. Tetapi apa daya semuanya bukan mimpi, ini nyata.

“gga…” panggil seseorang dari tempat duduk belakang dan ternyata itu kiki , dia berjalan menghampiriku

“apaan kii?’’ kataku

“gga, kemaren arya chat gue nanyain lo.”

“terus?”

“kok terus?”

“iyaa, terus kenapa? Apa urusannya sama gue?”

“adalah ”

“apaan?” tanyaku sinis

“dia masi nungguin lo.”

“oh.” Jawabku singkat

“dih ngeselin nih anak, emang lo gamau tau kabarnya dia?”

“ah gatau gue, gue bingung sama dia , dia bilang sayang sama gue tapi apaan ninggalin gue gitu aja dan udah seminggu lebih gue gatau kabarnya.”

“yaa lo tanya lah kabarnya gimana?”

“ngapain ah kii, gue gengsi kali nanya ke dia duluan.” Kataku agak jengkel

“gue bingung ama lo berdua, lo sama arya sama-sama sayang, tapi gak ada yang mau mulai duluan. Gimana kalian mau jadian kalo sama-sama gengsi. Cinta, tapi munafik. ”

“harusnya dialah, minta maaf enggak , kabarin gue juga enggak. Kalo gue disuruh milih untuk kenal sama dia atau gak, gue akan lebih milih enggak dari pada gue harus sakit hati kaya gini akhirnya…gue malah kecewa banget.”

“yaaa, kemaren dia nanyain kabar lo, ya gue jawab lo sedih banget dia pindah.”

“lo jujur amat si kii, aaaah tau deh.”

***

Hari terus berganti, meninggalkan semua kisah yang ada begitupun kisah ku dengan arya , aku bertekat untuk melupakannya. Aku udah cukup kecewa dengan semua ini. Setiap kali aku berdoa, mendoakannya untuk kembali bersama ku lagi seperti dulu tapi itu semua tak mungkin. Aku memang mencintai arya, tetapi tak pernah arya jujur akan rasa sayang dan cintanya kepadaku, selalu kiki yang bilang kepadaku setiap kali arya curhat kepadanya. Aku bingung dengan semua ini, mencintai seseorang tanpa sebuah kepastian yang pasti.

Tuhan….. jika memang dia yang terbaik untukku, jagalah dia disana tuhan…

Jagalah hatinya untukku, dan jagalah hatiku untuknya…

Aku disini hanya bisa mendoakannya, melihat nya dari kejauhan…

Ini berat untuk ku jalani Tuhan… jauh dari seseorang yang aku sayangi…..

Aku menyayangi dan mencintainya… tabahkan hatiku Tuhan…

Tuhan .. hanya satu pintaku, jagalah iya saat aku jauh dari sisinya…. :’)

Setiap malam setiap ada kesempatan aku berdoa dan menangis, akankah cintaku padanya akan kembali seperti dahulu menjalani hari-hari dengan penuh canda maupun tawa. Cinta ini membunuhku…kau adalah mimpi takkan pernah ku gapai.

***

Sebentar lagi liburan semester tiba, 6 bulan sudah berlalu. Sebenarnya momen-momen itulah yang selama ini ku tunggu. Karna liburan sekolah Arya pasti pulang ke Jakarta dan ada kemungkinan kita akan bertemu lagi. Tetapi , mendengar kabar kalo Arya pasti akan pulang ke Jakarta hatiku biasa saja. Tidak ada getaran-getaran seperti dulu saat aku bersamanya, mungkin karena selama 6 bulan ini aku sudah terbiasa tanpanya, yaa meskipun awalannya aku sangat terpukul dan kecewa juga sedih. Tapi sekarang aku sudah mempunyai seseorang yang bisa menggantikan hati Arya di hatiku yaitu Okan sudah 6 bulan juga aku mengenalnya. Okan datang di kehidupanku ketika hatiku sedang hampa dan kosong tanpa arah. Dia menyembuhkan luka di hatiku, awalnya aku memang tak bisa melupakan Arya karna bagaimanapun juga Arya akan selalu tinggal di hatiku. Saat kepergian Arya, Aka lah yang selalu menemani hari sepiku selama 6 bulan aku mengenal okan, bagiku dia adalah seorang cowok yang baik , pengertian, dan sabar. Sudah 3 kali Aka menyatakan perasaannya padaku , tetapi tak pernah ku jawab aku hanya bilang kepada okan kalo aku masih mengejar sesuatu. Aka pun mengerti, walaupun dia tak pernah tau aku masih menunggu seseorang , yaitu Arya. Dan okan masih setia menunggu hatiku. Dan akupun janji akan menjawabnya, aku menerima cintanya atau tidak saat ulang tahun okan nanti.

***

Pagi di sekolah,

“besok kita bagi rapot sya.” Kata kiki sahabatku

“iya , gue takut nih jadinya masuk jurusan apa kiii.”

“udah yakin lo pasti IPA. “

“yaa mudah-mudahan aja kalo kita bisa satu kelas lagi, lo IPA dan gue juga.”

“amiin.”

“eh gga, btw gimana perasaan lo sekarang sama Arya?”tanya kiki kepadaku

“yaaah, lo ngomongin Arya lagi.” Jawabku lemes

“dia selau nanyain keadaan lo sama gue sya, ya gue jawab lo baik. Arya juga bilang kenapa dia gak nembak lo. Katanya dia , dia gamau nyakitin lo lagi emangnya lo mau pacaran jarak jauh sama Arya? Arya takut lo nolak dia, kalopun lo nerima dia, kasian elo nya arya gak pernah ada di samping lo . lo tau kan pesantren gimana? Dia pulang juga pas liburan.”

“yaaa.. gue tau. Status menurut gue gak penting. Yang gue mau komitmen kii. Kepastian. Dia sayang sama gue tapi dia gak pernah bilang ataupun jujur sama persaannya sama gue. Gimana gue mau percaya sama dia, bisa aja kan dia pacaran disana atau udah punya pengganti gue? Gue yakin kii. lagian 6 bulan udah berlalu. Gue mungkin bisa lupain dia, tapi gue gak akan bisa ngelupain semua kenangan tentang kita”

“oh iya, liburan dia kesini gga. Dia pengen ketemu sama lo.”

“gue gamau lah kii, udah cukup yang dulu2 gue gamau nantinya keinget dia lagi. Sekarang gue udah punya yang lain, meskipun gue belum jadian sama dia. Tapi kita udah deket semenjak Arya ninggalin gue.”

“siapa?” tanya kiki

“okan namanya kii, dia ganteng putih jago main basket dan juga jago futsal.” Kata ku yang menambah pembicaraan suasana menjadi semakin hangat

“serius lo gga?” tanya kiki tak percaya

“iya, gue serius dan suatu saat kita pasti akan jadian.” Kataku padanya

“jujur nih gue sya sama lo Arya disana banyak yang nembak dan banyak yang sukain. Lo mau tau semua cewek yang nembak dia banyak, terus dia tolak. Adapun anak SD nembak dia, dan katanya mirip sama lo.”

“terus di terima?” kata ku, sembari menyangga kepala

“gue belom tau kabarnya. setau gue sih dia belum jawab mau nerima tu cewek apa enggak.”

# Bel pun berbunyi

Pagi hari,

Hari ini adalah hari yang ku tunggu-tunggu mama ku sudah bersiap-siap untuk mengambil rapotku. ketika sampai di sekolah , aku berpapasan dengan kiki.kiki tak melihatku mungkin dia gak sadar seseorang yang berpapasan dengannya itu aku. Setelah pembagian hasil rapot selesai ternyata alhamdullilah akhirnya aku masuk jurusan IPA, jurusan yang selama ini aku cari dan sudah aku rencanakan.

“kiki, tar abis bagi rapot main yuk.” Kata eza teman dekatku

“okeey, siapa aja?” tanyaku

“banyak lah. Pokoknya.”

“okedeh.”

“lo udah bagi rapot?” tanyanya

“udah nih,”

“wesss… ipa nih ye. Slamet yaa.”

“lo emang belom?” tanyaku

“belom, tar abis ini.”

“oh okey, emng kita mau main apa?”

“main UNO aja, hehe lo bawa uno?”

“kagak sii, yaudah gue balik dulu yaa..tar samper gue aja.”

***

Siang hari,

“angga ayok berangkat main.. anak-anak udah pada ngumpul. Jangan lupa uno nya.”

Aku naik motor di jemput oleh teman dekat ku eza. Setelah beberapa menit sampai di rumah izal, akhirnya kita semua main UNO

“izal, si kiki gak dateng?”

“gatau gga, katanya mau pergi.”

Eza dan izal adalah teman deketku juga , karna rumahnya adalah basecame kami, tempat kami berkumpul dan bercanda bareng, tapi dia bukan seseorang yang mencintai sesamanya, mereka mempunyai cewek yang merupakan primadona sekolahan

Tak lama sambil kita memainkan UNO , ada suara motor berhenti di rumah izal. eza keluar dan membuka pintu. Ku lihat dari arah jendela ternyata kiki, tetapi disana ada seseorang lagi. Memakai helm dan sepertinya aku mengenalnya, Cuma dari jendela tidak terlalu kelihatan. Seseorang itu melepas helm nya dan ternyata… OMG ! batinku…… ternyata seseorang itu adalah…

“gga, ada Arya tuh.”

“hah ? serius lo zal?”

“iya serius gue, tuh anaknya kesini kan.”

Oh Tuhaan…. apa salahku, aku tak ingin bertemu dengannya. Tetapi sekarang kita malah di pertemukan. Apa ini takdirku Tuhan.. untuk bertemu dia lagi. Deg….. tiba-tiba saja terasa jantungku berhenti, getaran ini sudah lama tak kurasakan. Sangat berbeda sekali bila aku dekat dengan aka, tidak ada getaran seperti ini. ada apa ini?” batinku

“sorry gga, dari awal kita semua sudah ngerencanain ini, untuk nemuin lo sama Arya.”

Aku dan arya hanya tersenyum tipis. Tapi aneh sikapnya Arya, dia bener-bener berubah. Dia tak menyapaku. Bahkan menegurku itupun tidak. Apa yang terjadi Tuhan batinku. Apa dia sudah menemukan yang lain? Entahlah…. selama kita semua ngobrol, tetapi aku dan arya tidak juga saling tegur sapa, kenal.. tapi kaya ga kenal.. Arya seperti orang asing dalam hidupku.

“gga, arya kalian berdua diem aja..” ledek mereka

“ayodong kangen-kangenan apa kek gitu, masa sepasang sahabat kayak gitu?” kata eza

“tau lo ya, udah ada orangnya malah di cuekin. Giliran ga ada malah nyariin, kan soulmate.”ledek kiki

“apaan sih lo kii, gajelas.” Jawabku sinis

Kenapa harus gue yang mulai duluan apa musti gue yang negur duluan? Siapa yang buat salah ? gue kah? Atau dia? Yang ninggalin gue siapa? Yang buat gue sedih siapa? Yang buat gue kecewa dan sakit hati siapa? Harusnya lo sadar Arya ! batinku meringis.

“yaudah lah kii, kalo mereka emang mau diem-dieman.” Kata izal

Aku hanya tersenyum ke arah mereka yang menatapku juga Arya. Setiap kali aku memergoki arya melirikku, dan aku juga meliriknya batinku nangis apa iya arya gak kangen sama aku, atau minta maaf? Tapi apa nyatanya… itu tidak sama sekali !! yang ku lihat dari sorotan matanya masih ada cinta dan rindu dihatinya. Akupun merasakan itu. Tatapannya, masih seperti dulu, dingin tetapi penuh arti dari sorotan matanya penuh keteduhan. Andai saja tatapan ini bisa membunuh, mungkin aku sudah terkapar olehnya.

Akhirnya kita semua main UNO , mainan yang biasa kita mainin kalo gak ada mainan yang bisa dimainin . kita anak SMA tetapi masih main kartu UNO, yaa walaupun UNO buat semua umur. kiki pun membagikan kartu UNO nya. Dan kita semua main. Ternyata seiring berjalannya waktu, pertama sari keluar menang, disusul izal, disusul eza, dan yang terakhir kiki, yang salalu main UNO keringetan. Main UNO aja kok keringetan? Dan yang tersisa hanya aku dan arya. Permainan semakin menegang. Belom ada kepastian siapa yang menang aku ataupun arya.

“ayodong menangin sya.” Teman-temanku menyemangatiku. Begitupun arya yang sibuk dengan kartu-kartunya .

“udeh lo pasti menang deh arr.” Kata eza yang malah membela arya di banding aku

“eh belom tentuu.” Kataku , daaaannnn…..

“UNO ! “ arya mengucapkan kata itu bentar lagi dia menang karna kartunya tinggal satu 4+ ternyata.”

aku pun kalah saat permainan itu. Tapi taapalah ini hanya sebuah permainan, akhirnya kita semua tertawa bersama.

bahagia itu sederhana … walaupun aku dan arya tak saling tegur sapa bahkan saat bermain arya tak juga menatapku. Tetapi dengan melihat arya tersenyum atas kemenangannya padaku. Aku sudah senang.” #Bahagiaitusederhana aku mungkin saja melupakanmu ketika kau pergi, dan jauh disana..tetapi cinta, perasaan kembali ada ketika kau datang

waktu sudah menunjukan pukul 4 sore. Karna hari sudah sore akhinya kita semua memutuskan untuk pulang. Pertemuan yang sangat singkat antara aku dan juga Arya. Sampai pulang kita berdua juga gak ngobrol dan saling cuek-cuekan. Yaa… itulah arya dingin dan sangat cuek

***

Malam ,

Aku masih teringat pertemuan singkat tadi siang. Ini semua seperti mimpi ataukah aku bermimpi?? Sambil memeluk bantal guling dan tepar di atas kasur aku memutar kembali saat 6 bulan yang lalu , saat arya meninggalkanku, dan pergi begitu saja tanpa kabar. Dan sekarang dia ada disini menemuiku. Aku tak mengerti apa maksudnya

dret.. dret… ponselku bergetar, tanda sms masuk dan ternyata itu dari okan.

“angga.. malem.. apa kabar?”

“hei, baik kok kkan.”

“oh gitu syukur deh.”

“besok bisakan dateng kerumah okan?”

Ya Tuhan.. aku lupa besok tanggal 26 adalah hari ulang tahunnya okan. Untung saja aku sudah menyiapkan kado untuknya jauh-jauh hari.

“okey, besok aku dateng kok.”

“mau okan jemput?”

“okeh” diakhiri percakapan pendek itu di sms dan akupun tertidur

***

Esok hari,

Jam 10:00 aka sudah sampai di depan pager rumahku. Aku pun pergi kerumahnya di boncengin naik motor satria nya. Di perjalanan dan di pikiranku kosong, entah apa yang aku fikirkan dan akhirnya setelah beberapa menit di perjalanan kita pun sampai di perumahan blok A rumahnya okan, disana sudah banyak temen-temennya yang berkumpul.

“kkan. Ini kado buat kamu.”

“yaampun angga, pake repot-repot.”

“yaa.. gpp kok.”

Kado yang aku berikan untuk okan adalah angsa-angsaan biru hasil karya ku sendiri, juga striminan yang bertulisan namanya dan hari ulang tahunnya

“Heemm ikut aku bentar yuk,” tanganku di gandeng aka ke arah taman komplek dekat rumahnya. Aku tak mengerti apa maksudnya. Terlintas tiba-tiba di fikiranku. Aku lupa kalo aku berjanji akan menjawabnya iya atau tidak untuk menjadi pacarnya.

“heem.. mau ngapain ya kkan?” tanyaku terbata-bata aku masih tidak tau harus menjawab iya atau tidak untuk menerimanya.

“adadeh.” Jawab okan

Sesampainya di taman yang indah dan penuh bunga berwarna-warni disana terpampang bunga matahari yang menjulang tinggi juga pohon anggur di sekeliling taman.

“angga, bagaimana dengan jawaban kamu ?”

“jawaban? Jawaban apa?” aku pura-pura tak ingat

“jawaban, apa kamu nerima aku? Atau tidak.”

Jleeeeeeebbbbb…………….

Ternyata okan benar menagih janji itu. Aku tak tau kenapa bisa jadi begini. Awalnya aku memang sudah hampir bisa MOVE-ON dari arya, tapi apa? Arya datang kembali di kehidupanku. Menemuiku walaupun itu tidak sengaja bertemu. Tapi apa daya, Aka cowok yang selama ini 6 bulan aku gantungi perasaannya masa iya aku tolak. Cinta diantara dua hati itu tidak mungkin! Aku mencintai arya juga okan..

“angga, kok diem?” tanya okan

“hah? Iya…apa?” kataku terbata-bata

“kamu nerima aku atau tidak angga… aku sayang kamu.” Di raih nya tanganku

Setelah beberapa menit aku berfikir, akhirnya

“iya okan, Aku terima.”entah apa yang ku fikirkan tak sengaja aku mengucapkan kata-kata itu, terlambat sudah……

Meskipun saat itu aku malu. Aku memutuskan untuk menerima aka karna aku juga suka sama dia , walaupun aku masih mengharapkan arya untuk menjadi kekasihku. Tapi itu semua tidak mungkin , arya hanyalah mimpi bagiku takkan pernah ku memilikinya.

“makasih angga….. ini boneka taddy bear buat kamu”

“iya… makasih yaa okan.”

Aku tak menyangka akhirnya aku jadian juga sama okan, bertepatan dengan ulang tahunnya. Dia memberiku boneka taddy bear berwarna warna coklat.

FOLLOW ADMIN :

2 thoughts on “Ketika Terima Rapor

  1. angga?
    arya?
    kiki?
    okan?
    eza?
    izal?
    nama yg gak asing bwt aku,,pd umumnya karakter dlm sebuah cerita memang trkadang ga sengaja bisa mirip dengan kehidupan nyata seseorang,,tp nama2 lakon d atas sama semua,,blm lgi inti ceritanya yg mncritakan arya ninggalin angga,,,sama bgt,walau alurnya berbeda,,
    dan yg paling pnting cerita yg dtulis diatas sngat membosankan,,,ga seru,,ini semacam buku diary nya sang penulis,,mngkin klo da adegan mL ny akan sdkit seru,,tp ini total ga ada sama.sekali,,,membosankan…poor story bro,,,sorry!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s