Derry is My Hero

Akhirnya pelajaran yang membosankan ini sudah berakhir, bell kebebasan pun berbunyi dan semua anak anak di kelas ku bersorak senang. Huh dasar anak SMA kalau mendengar bunyi bell pulang sekolah seperti bebas dari penjara. Ku rapihkan buku buku dan alat alat tulis ku dan tiba tiba saja ada tangan yang menarik tangan ku.

FOLLOW ADMIN : @dick_erection

SKYPE : olimes11

“mau pulang bareng?” tanya orang itu

“ohehe ngga makasih” jawabku

“hmm yasudah, kenapa sih Rud setiap lo gue ajak pulang bareng ngga pernah mau? Tanyanya kembali dan kini menjadi agak kesal

“ngga mau ya ngga mau! Jangan maksa dong San!” jawabku

“gimana sih Rud caranya biar hati lo itu terbuka buat gue? Gue sayang sama lu Rud” ujar nya memelas sambil menggenggam tangan ku

“permisi gue mau pulang…” kataku sambil menarik tangan ku

Aku segera keluar dari kelas, buru buru meninggalkan Sandy yang gila itu. Sandy sudah lama menyukai ku, memang aneh aku disukai seorang laki laki dan laki laki itu terang terangan menyatakan cintanya kepada ku ya walaupun aku masih ½ normal aku tidak menerima cintanya aku juga menghargai perasaan Sandy yang tergila gila kepada diri ku dari kelas 11, bahkan gosip kalau aku di tembak Sandy sudah menyebar, tapi aku tidak begitu risih karena di sekolah ku di tembak oleh sesama jenis itu sudah sering terjadi dan bukan hal aneh lagi bahkan kakak kelas ku dulu banyak yang gay dan mereka terang terangan berpacaran dikelas, di lapangan, kamar mandi dan tempat tempat lain disekolah ku. hahaha walaupun di sekolahku seperti ini tapi masih ada juga yang normal, dan kami saling menghargai satu sama lain.

“Rudi, kamu sendirian aja?” tanya seseorang

“hehe iya, kamu juga. Ngga bareng temen temen kamu?” tanya ku balik

“ohehe ngga, aku lagi pengen sendiri aja.” Jawabnya

“hmm, eh angkotnya udah ada aku duluan ya Der” kataku dan segera naik kedalam angkot

Yang tadi itu Derri, dia anak kelas 12 juga sama seperti ku sebelumnya aku dan Derri tidak begitu dekat seperti sekarang, namun setelah kejadian itu dia jadi dekat seperti sekarang ini. waktu itu aku di kerjain sama teman temannya, dan Derri datang menyelamatkan ku, kalau aku mengingat kejadian itu rasanya wajah ku menjadi merah hehehe jelas saja aku setengah sadar tiba tiba memeluk Derri dan Derri pasrah saja, mungkin karena aku shock atas perbuatan teman temannya itu kepada ku. Derri juga terang terangan bilang padaku kalau dia itu gay, entah sejak kapan dia menjadi seperti ini padahal dulu setahuku waktu pertama kali aku masuk sekolah ini banyak yang bilang dia sering gonta ganti wanita, hmm sudahlah buat apa aku peduli soal itu. Malam ini sangat membosankan, aku sms teman teman ku satu per satu tidak ada yang balas yasudah daripada dirumah saja dan badmood lebih baik aku pergi ke kafe saja, siapa tau bisa badmood ku bisa hilang. Aku segera menuju kafe yang kebetulan tidak jauh dari rumah ku hanya berjarak beberapa meter saja jadi bisa di tempuh dengan jalan kaki J. Sesampainya di kafe aku langsung menempati tempat kosong, aku duduk dan memesan minuman sambil menunggu minuman ku datang aku memandangi sekitar wow ada seseorang yang melambai lambaikan tangannya, seperti Derri orang itu menghampiriku dan benar saja itu Derri. Sedang apa dia disini?

“Rudy, kamu ngapain disini?” tanyanya

“aku bosan dirumah terus aku kesini, kamu sendiri?” tanyaku balik

“hehe aku emang sering banget ke kafe ini, oh iya sebenarnya tadi aku mau ngajak kamu juga kesini tapi tadi hp kamu ngga aktif ya? yasudah aku sendiri saja, eh ternyata ketemu kamu juga disini”

“ya ampun aku ngga tahu kalau kamu ngehubungin aku, hp ku aku matikan” ujarku

“kenapa dimatikan? Aku jadi susah ngehubungin kamu tau” ujarnya agak cemberut

“abisnya teman teman aku sms ngga ada yang balas, yasudah aku matikan saja hp ku” kataku dengan santai

“hahaha ada ada saja sih, kalau sms kamu ke aku pasti aku bales” ujarnya

“ah bohong banget” kataku jutek

“serius Rudy, eh kamu kesini naik apa?” tanyanya

“jalan kaki, rumahku kan dekat sama kafe ini. kenapa memangnya?” tanyaku balik

“ngga apa apa, nanti pulangnya mau bareng ngga?” tanyanya lagi

“hmm boleh deh” jawabku

Selesai dari kafe Derri mengantarku pulang, ya aku anggap saja ini tumpangan gratis hehehe. Dan sialnya tiba tiba hujan turun, untung saja sudah sampai rumahku tapi aku khawatir sama Derri ini kan sudah malam mana hujan pula lalu bagaimana nanti dia pulang. Yasudah akhirnya malam ini dia menginap dirumahku

“Der, kamu nginap aja dirumahku hujannya pasti masih lama redanya” ujarku

“yasudah deh kalau begitu” katanya yang agak menggigil itu

Aku jadi deg degan, seperti ada perasaan aneh dihati ku. ah tidak, mana mungkin aku suka sama Derri aku masih normal dan Derri juga tidak mungkin suka sama aku dia pasti milih milih jika suka sama cowok

“Der, kamu kedinginan? Baju kamu basah” kata ku

“hehe ngga apa apa kok” ujarnya

“lepas aja bajunya, kamu pakai baju aku dulu Der udahlah daripada masuk angin” kataku sambil menarik tangannya

Derri langsung membuka bajunya, dan seketika aku hanya diam melihat tubuhnya yang sixpack itu apalagi perutnya yang sexy itu aku kagum sekali melihat tubuhnya

“Rud kok bengong?” tanyanya

“oh hehehe… n…gg…aa k..ok ng….ga be….ngong” jawabku gugup dan terbata bata

“bener? Kenapa jadi gugup gitu kamu?” tanya Derri penasaran

“ngg..aa kok, sudah pakai baju cepat sana” sontak wajahku menjadi merah, ya Tuhan pertanda apa ini apa aku beneran suka sama Derri ya Tuhan jangan aku belum siap jadi seperti dia. Tiba tiba Derri mendekati ku, tatapan matanya berubah menjadi tajam, aku jadi takut begini jangan jangan dia mau apa apakan aku. Ah jangan!!

“Rud, aku mau jujur sama kamu” ujar Derri sambil mengunci tanganku ditembok kamar, aku mulai merasakan perasaan tidak enak kenapa anak ini jadi aneh begini, mana ia masih telanjang dada lagi bodohnya aku terpesona tubuhnya tadi sampai lupa mengambilkan baju nuntuknya

“i…i…yyaa a..paa Der?” kataku dengan gugup

“kamu jangan gugup Rudy, aku ngga apa apain kamu kok” ujar Derri dengan santai, sekarang wajah kami hanya berjarak beberapa senti

“i..ya aku n..gga gugup!” ujar ku

“nah begitu, aku cuma mau bilang kalau aku suka sama kamu Rud, aku tau kamu ngga seperti aku tapi aku beneran suka sama kamu Rud, demi apapun aku sayang sama kamu. kamu mau ngga jadi pacar aku?” ujarnya, aku benar benar kaget apa dia kesurupan? Jantungku seperti ingin copot, apa mungkin aku juga menyukainya…

“Rudy, gimana? Kamu mau kan jadi pacar aku? Plisss Rud jadi pacar aku” ujarnya memelas

Aku benar benar bingung, aku hanya diam menatapnya aku diantara rasa bingung dan rasa bahagia. Akhirnya aku putuskan menerima cintanya, sepertinya aku sudah masuk kedalam dunia baru yang menyimpang

“iya Der, aku mau jadi pacar kamu.” jawabku pasrah

“beneran?” tanya Derri dengan senang

“iya bener, sekarang kita resmi pacaran” jawabku dengan nada datar

“aku cinta kamu Rudy……” ujarnya dan langsung memelukku dan mengangkatku, ih emangnya aku anak kecil apa diangkat angkat

“ih turunin, Derri!!” kataku agak kesal

“hehe maaf yang, aku terlalu seneng.” Ujarnya sambil tertawa kecil

“udah aku ngantuk, aku mau tidur cepet pakai bajunya Derri sayang nanti kamu masuk angin” kata ku

Derri tidak mengindahkan kata kata ku dia langsung menarikku keatas atas kasurku, sekarang aku diatas tubuhnya yang masih telanjang dada itu, aku semakin deg degan.

“ngga ah, aku maunya begini aja yang” ujarnya, untung saja dia pacarku kalau bukan mungkin sudah aku lempar dari jendela

“yasudah terserah kamu, kalau sakit aku ngga mau tau ya.” ujar ku

“hehehe ngga bakal, aku kan kuat” ujarnya sambil memamerkan tubuh sexynya itu

“iya terserah kamu aja, udah ah aku mau tidur” kata ku sambil tertawa kecil, sepertinya aku mulai bisa menerima diriku yang sudah menjadi milik Derri

Derri terus memeluki tubuhku, aku pasrah saja semoga Derri senang bahkan sesekali ia menciumi leher ku.

Kini sudah tiga bulan aku berpacaran dengan Derri, dan hubungan kami baik baik saja Derri semakin sayang kepada ku, aku senang menjadi pacarnya ia selalu menjaga ku, Derri benar benar superman ku hehehe. Sandy juga sudah tahu kami pacaran, aku seperti bersalah dengannya tapi mau bagaimana lagi aku tidak ada perasaan suka sama sekali sama Sandy, aku hanya menganggapnya teman tidak lebih aku tahu dia tidak terima aku perlakukan sebagai teman, ia yang lebih dulu menyukaiku sebelum Derri. Malam ini aku dan Derri sedang berduaan di taman dekat komplek rumah ku, aku dan Derri bercanda canda dengan asiknya sesekali kami berciuman dan tiba tiba saja Sandy datang membawa tiga temannya yang bertubuh besar besar, entah apa yang dia inginkan lagi sekarang, mengganggu orang pacaran saja.

“ngapain lagi lo? Belum puas ganggu pacar gue?!” kata Derri agak kesal, Derri menggenggam tangan ku aku mulai merasakan perasaan yang tidak enak. Ya Tuhan jangan sampai terjadi apa apa sama Derri

“gue kesini, mau ngerebut pacar gue yang udah lo ambil! Ujar Sandy dengan santai, dan langsung menarik tanganku tarikannya membuat genggaman Derri terlepas dari tanganku

“lepasin Rudy, awas lo berani nyakitin dia!” ujar Derri, Derri langsung berusaha menarik diriku dari dekapan Sandy, tapi ketiga teman Sandy menghadang Derri.

“guys, habisin tuh cowok brengsek!” Sandy menyuruh teman temannya menghajar Derri. Benar saja teman temannya langsung memukuli Derri, aku hanya berteriak aku ingin menyelamatkan Derri namun dekapan Sandy terlalu kuat. Ku lihat kedua tangan Derri dipegangi kedua teman Sandy dan yang satu lagi memukuli Derri, berkali kali pukulan mendarat diperut Derri sampai ia memuntahkan darah sesekali ia menyebut nama ku, aku benar benar tidak tega melihat kekasihku dipukuli aku terus berusaha melepaskan diriku dari dekapan Sandy namun gagal.

“itulah hukuman buat orang yang berani ngerebut Rudy dari gue. Haha hei Derri, makanya jangan sok jagoan lo piker lo bisa ngerebut Rudy dari gue. Udah guys berhenti, lama lama kasihan gue ngelihat si brengsek ini dipukulin.” Ujar Sandy dengan angkuh

Teman teman Sandy pun segera berhenti memukuli Derri, Ku lihat Derri terjatuh dan tersungkur dirumput taman sambil memegangi perutnya, aku tahu pasti rasanya sakit, aku benar benar tidak tega melihatnya rasanya aku ingin memeluknya dan menghilangkan rasa sakitnya itu

“lepasin gue, San lo bener bener keterlaluan!” ujar ku yang masih terus berusaha melepaskan diri dari dekapan Sandy.

“gue ngga akan ngelepasin lo, apalagi ngebiarin lu sampai jatuh kepelukan dia lagi. Ngga akan Rud, gue sayang sama lo!” ujar Sandy

“lo bilang ini sayang? Kalau lo sayang sama gue, lo ngga akan ngelakuin ini.! lo udah nyakitin Derri sama aja lo nyakitin gue juga, asal lo tahu ya San gue sama sekali ngga ada rasa suka sama lo, lo itu pengecut!” ujar ku dan membuat Sandy diam, Sandy seperti tersambar petir ini kesempatan ku untuk melepaskan diri dari dekapan Sandy. Aku menghampiri Derri yang merintih kesakitan itu, aku memeluknya dengan penuh kasih sayang aku terus mendekap Derri nafasnya tersenggal senggal kubersihkan darah dibibirnya

“Derr, kamu ngga apa apa kan? derr maafin aku huaaaa” ujarku sambil terus mendekap Derri

“aku… n…ggaa apa apa sayang.” Derri memelukku balik

“Aku khawatir kamu kenapa napa, mana yang sakit sayang. Sayang maafin aku” ujarku

“ngga, tenang aja aku kuat” kata Derri dengan suara rintihan

Derri bangun dan menghampiri Sandy, Derri mengepalkan tangannya

“kalau lo emang cowok, bukan begini caranya!” ujar Derri dan langsung menghantam wajah Sandy, Sandy terjatuh dan pingsan dan ketiga teman Sandy seperti takut melihat Derri marah, dasar aneh mereka langsung pergi meninggalkan kami dan kami juga langsung pergi berjalan meninggalkan Sandy yang pingsan sendirian ditaman.

Aku benar benar merasa bersalah sama Derri, dia rela dipukuli demi aku sepanjang jalan dia menghiburku di saat kesakitan masih sempatnya dia menghiburku.

“aku pernah bilang sama kamu kan, aku rela dipukulin, aku rela dihajar siapapun dan aku bakalan jaga kamu dari siapapun yang mencoba nyakitin kamu, aku akan lindungin kamu Rud. aku sayang sama kamu Rud” ujar Derri

“tapi gara gara aku kamu jadi begini kan, aku minta maaf Derr. Aku juga sayang kamu” ujarku

“ngga apa apa, demi kamu apapun aku lakukan Rud” ujarnya sambil tertawa kecil

Tak terasa hujan pun turun, membasahi kami berdua. Derri menarik tubuhku dan kamipun berciuman dibawah hujan dan lampu taman, Derri terus mengecup bibirku dan sesekali ia berkata “aku sayang kamu Rudy” aku hanya membalas anggukan. Hujan dan lampu taman menjadi saksi cinta kami berdua, cinta terlarang kedua anak remaja, cinta Derri yang begitu besar kepada ku, dan pengorbanan Derri untukku DERRI MY HERO

7 thoughts on “Derry is My Hero

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s